Browser Anda Tidak Support Flash 7, Install Pluginsnya.
Anda berada pada halaman ini   Halaman Utama - Informasi Sains dan Teknologi
Navigation
INFORMASI SAINS DAN TEKNOLOGI

APA   KABAR   BBM ?
( Sebuah Pemikiran, Renungan dan Sinisme Radikal )

Fosil

BBM adalah suatu komoditi yang berpengaruh dan paling penting di jaman modern ini, tanpa adanya BBM boleh dikatakan kehidupan modern akan terhenti karenanya. BBM merupakan Sumber Daya Energi yang akan habis dalam waktu tertentu dan tidak dapat diperbaharui secara singkat, sebab untuk menghasilkan BBM diperlukan proses alami yang membutuhkan waktu ribuan bahkan jutaan tahun lamanya. BBM terbentuk dari sisa-sisa fosil yang tertanam di perut bumi selama jutaan tahun, jadi sumber energi ini bersifat sementara sampai persediaan yang ada diperut bumi ini habis dan harus menunggu jutaan tahun lagi untuk mendapatkannya.

Para ilmuwan di dunia telah memikirkan cara untuk menggantikan posisi BBM ini dengan berbagai cara, akan tetapi hingga saat ini belum juga didapatkan hasil yang maksimal dan efesien. Di Indonesia sebuah Badan Penelitian Nasional atau LIPI telah mencoba mendaur sejenis tanaman yaitu Pohon Jarak untuk dijadikan salah satu alternatif pengganti Minyak bumi, akan tetapi proses penyulingan Bahan bakar tersebut masih terhitung mahal, dan hanya berselisih sedikit dengan harga minyak bumi. Selain itu proses nya juga membutuhkan waktu yang tidak sedikit sehingga tidak mungkin untuk memenuhi kebutuhan Nasional akan minyak bumi apalagi memenuhi kebutuhan Dunia. Maka alternatif ini juga menjadi tidak populer dan tetap saja manusia modern kembali lagi pada BBM sebagai salah satu komoditinya.

Karena kelangkaan dan berkurangnya pasokan minyak bumi dunia, maka harga BBM terus melambung sehingga timbul dampak sosial akibat kenaikan harga BBM dunia ini. Indonesia yang dahulu adalah salah satu negara pengekspor minyak terbesar, sekarang menjadi kebalikannya yaitu salah satu negara Pengimpor minyak terbesar didunia. Disebabkan oleh hal tersebut maka Pemerintah Indonesia memberikan subsidi BBM sebagai salah satu program nya, untuk mensejahterakan rakyat. Tetapi suatu hal yang mengejutkan beberapa waktu lalu, yaitu Pemerintah menetapkan untuk menarik subsidi BBM dan akan dipergunakan untuk menutupi defisit Anggaran Belanja Negara yang didapat dari pencabutan subsidi tersebut. Sehingga tak ayal lagi ribuan Mahasiswa dan Rakyat pun ramai-ramai menentang kebijakan Pemerintah. Karena sudah tidak diragukan lagi, dengan ditariknya subsidi BBM tersebut maka imbasnya akan kembali kepada rakyat kelas bawah bukan rakyat kelas menengah keatas. Bisa dibayangkan bahwa kenaikan harga BBM tentu saja akan memicu kenaikan harga-harga komoditi lainnya seperti sandang, pangan dan papan yang menjadi komoditi dasar rakyat kelas bawah.

Pernyataan Bapak Wakil Presiden Yusuf Kalla di depan Press patut dipertanyakan, punya hatikah Ia, sadarkah Ia ketika melontarkan pernyataan bahwa subsidi BBM, 70% adalah dinikmati oleh rakyat kelas atas bukan kelas bawah, sehingga pendemo yang menentang kebijakan tersebut dinyatakan sebagai pendukung rakyat kelas atas ?. Tidakkah Bapak melihat dan merasakan apa yang dialami rakyat kelas bawah karena kenaikan harga BBM ini ?. Pernahkah Bapak merasakan hidup seperti kami rakyat kelas bawah ?. Pernyataan seperti itu tidak seharusnya Bapak lontarkan bila memang Bapak sebagai Wakil Pemimpin negeri ini tidak mampu lagi berpikir untuk mensejahterakan rakyatnya dan sudah kehabisan akal untuk memberikan alasan mengenai pencabutan subsidi ini.

Bila memang Pemerintah merasakan bahwa subsidi BBM ini 70% dinikmati oleh golongan menengah keatas tidak bisakah Pemerintah menaikan Pajak Kendaraan bermotor sebesar 3000 %, dan PPN sebesar 5000 % untuk barang LUX atau Mewah ?, Maka dengan demikian tidak perlu lagi mencabut subsidi BBM yang Imbasnya langsung kepada rakyat golongan bawah. Atau tidak bisakah Pemerintah menugaskan lembaga penelitian negara antara lain LIPI, BPPT, dan BATAN untuk meneliti sumber alternatif energi lain yang melimpah di dunia ini yaitu H2O alias AIR untuk diproses menjadi sumber daya energi baru ? Coba simak firman ALLAH SWT dalam Al-Quran surat Al-Baqoroh ayat 164 sebagai berikut :

Al-Baqoroh ayat 164

" Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan. "

Seandainya saja Pemerintah Indonesia mau bekerja sama dengan para Teknokrat, baik dari Lembaga Negara maupun Universitas, mungkin apa yang difirmankan oleh ALLAH SWT tersebut akan dapat terlaksana. Kita mengetahui bahwa sebagian besar permukaan bumi adalah AIR, sebagian besar unsur tubuh manusia adalah AIR dan sebagian besar wilayah Indonesia juga adalah AIR. Tidak bisakah diteliti untuk memisahkan unsur AIR yaitu : HIDROGEN dan OKSIGEN yang kemudian dijadikan sumber energi alternatif yang aman dan ramah lingkungan ?. Bisakah memanfaatkan HIDROGEN untuk dijadikan Bahan Bakar Kendaraan yang semakin sesak di bumi Indonesia ini ?. Bila kita melihat dari siklus kehidupan yang ada di bumi ini, maka AIR adalah salah satu unsur dari siklus kehidupan tersebut, dan menurut teori para Ahli sejarahpun bahwa mahluk pertama yang mendiami bumi ini berasal dari AIR. Untuk itu sudah saatnya bagi kita untuk menoleh ke masa depan dimana sumber energi BBM yang kita gunakan akan semakin menipis lalu habis.

Atau bila memang AIR tidak bisa dijadikan suatu sumber energi, bisakah Pemerintah menugaskan kepada Badan Penelitian Nasional untuk membuat suatu proyek yang dapat digunakan untuk masyarakat menengah kebawah. Bukan proyek konversi penggunaan MINYAK TANAH ke GAS yang boleh dikatakan proyek konversi ini juga tidak berjalan mulus, malah akhir-akhir ini juga pasokan GAS tidak lancar dan harganya semakin mahal. Atau ini hanya suatu siasat Pemerintah untuk mengurangi subsidi BBM ?. Kalau demikian adanya, Pemerintah Indonesia saat ini sungguh tidak punya hati nurani dan hanya mementingkan diri sendiri. Sekali lagi ditekankan bahwa kenaikan BBM tidak berpengaruh pada rakyat golongan menengah ke atas tapi justru berpengaruh langsung pada rakyat golongan bawah, dan ini perlu digaris bawahi oleh pemerintah yang mungkin tidak pernah mengalami kondisi seperti kami rakyat kecil yang setiap hari hanya makan nasi plus tahu dan tempe yang harga kedelainya semakin melonjak karena kenaikan harga BBM ini.

Ingin lebih jelas mengenai dampak kenaikan komoditi yang disebabkan oleh kenaikan BBM ?, mari kita telaah secara jujur dampak tersebut dalam bentuk tabel :

Tabel Rincian biaya harian yang disebabkan
oleh kenaikan harga BBM di kota Bandung tahun 2008.

Rincian Komoditi Harga
Sebelum
Kenaikan
Harga
Sesudah
Kenaikan
Ongkos Angkutan Kota Rp. 2500,- / 1X Rp. 3500,- / 1X
Beras termurah Rp. 4500,- / KG Rp. 5500,- / KG
Gula Pasir Curah Rp. 6000,- / Kg Rp. 7500,- / Kg
Minyak Tanah Rp. 3000,- / Lt Rp. 3500,- / Lt
Minyak Goreng Curah Rp. 6500,- / Kg Rp. 8500,- / Kg
Tempe Rp. 1500,- / Lj Rp. 2500,- / Lj
Tahu 10 X 10 X 5 cm (Tahu Putih) Rp. 2000,- / Bh Rp. 3500,- / Bh
Total Biaya Rp. 28.500,- / Hari Rp. 38.000,- / Hari
Selisih Biaya Rp. 9500,- dikalikan 30 hari = Rp. 285.000,-

Dari tabel diatas dapat dibayangkan bahwa dampak kenaikan harga bahan pokok untuk golongan bawah yang berpenghasilan rata-rata Rp. 600.000,- perbulan akan berkurang sebesar Rp. 285.000,- setiap bulannya, itupun dihitung berdasarkan apa yang dipaparkan dalam tabel belum lagi biaya yang lainnya. Lalu Pemerintah mencanangkan untuk memberikan subsidi silang yang besarnya kalau tidak salah sebesar Rp.150.000,- per bulan, ini berarti rakyat kelas bawah masih harus menanggung beban biaya sebesar Rp. 135.000,- setiap bulannya. Sehingga dengan demikian angka kemiskinan akan tetap bertambah secara drastis akibat kenaikan harga BBM ini walau Pemerintah berencana memberikan subsidi silang. Belum lagi adanya indikasi korupsi yang merajalela akibat pemberian dana subsidi silang ini.

Lalu ada kabar bahwa Pemerintah juga akan memberikan subsidi untuk mahasiswa yang tidak mampu sebesar Rp. 500.000,- per Semester, wahai Bapak Pejabat..!, Rata-rata orang yang bisa mengkuliahkan anaknya di Perguruan Tinggi terutama Perguruan tinggi Swasta Kecuali mendapatkan Beasiswa adalah orang yang berada pada golongan menengah keatas. Sebab rakyat golongan bawah dengan penghasilan yang seperti diatas tidak mungkin memasukan anaknya kuliah di Perguruan Tinggi, jadi camkan itu baik-baik. Lagi-lagi kemungkinan ini adalah sebuah tipu muslihat dari Pemerintah yang busuk untuk meredam aksi mahasiswa yang perduli pada rakyat kelas bawah. Wahai Bapak Pejabat..!, Aksi Mahasiswa berdasarkan Nurani, Solideritas, Kepedulian, dan Kebangsaan terhadap Negara Republik Indonesia, tidak akan bisa dihentikan dengan Uang Suap sebesar Rp. 500.000,- per semester. Yang benar adalah bagaimana caranya Pemerintah bekerja sama dengan para Mahasiswa dan Universitas untuk menciptakan suatu proyek yang bisa menurunkan angka kemiskinan dengan memberikan Biaya Riset untuk proyek tersebut, bukan dengan Uang Suap seperti diatas.

Sebagai kesimpulan, apa yang harus dilakukan oleh Pemerintah dalam mengatasi melonjaknya harga BBM dunia dan untuk mengurangi Defisit Anggaran Belanja Negara seperti Bagan dibawah ini :

Bagan aliran Subsidi
Bagan aliran Subsidi

Nah seperti itulah kira-kira bagaimana tindakan pemerintah dalam mengelola APBN, terutama pendapatan dari Pajak dan pengeluaran melalui subsidi BBM. Dengan mengenakan Pajak sebesar 500% untuk Motor, dan 2000% untuk Mobil, serta 5000% untuk barang mewah. Maka penggunaan BBM akan dikurangi, dan jalan juga tidak macet karena berkurangnya angka pembelian Kendaraan. Hasil dari Pajak tersebut digunakan untuk mensubsidi BBM dan Riset-riset yang dibutuhkan untuk menciptakan suatu ENERGI ALTERNATIF selain BBM yang hasilnya juga nanti akan dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia dari golongan Bawah sampai Atas.

Bernyalikah Tuan.....?

Bandung, 1 Juni 2008
Oleh : Komarudin Surya

R A G A M     I N F O R M A S I
Jelajah alam kawasan Bromo-Semeru-Tengger
Semeru
Semeru dilatar belakang Bromo, view Pananjakan

Secara umum iklim di wilayah gunung Semeru termasuk type iklim B (Schmidt dan Ferguson) dengan curah hujan 927 mm - 5.498 mm per tahun dengan jumlah hari hujan 136 hari/tahun dan musim hujan jatuh pada bulan Nopember - April.

Suhu udara dipuncak Semeru berkisar antara 0 - 4 derajat celcius. Flora yang berada di Wilayah Gunung Semeru beraneka ragam jenisnya tetapi banyak didominir oleh pohon cemara, Akasia, Pinus, dan jenis Jamuju. Sedangkan untuk tumbuhan bawah didominir oleh Kirinyuh, Alang - alang, Tembelekan, Harendong dan Edelwiss putin, Edelwiss yang banyak terdapat di lereng-lereng menuju Puncak Semeru. Dan juga ditemukan beberapa jenis anggrek endernik yang hidup di sekitar Semeru Selatan. Banyak fauna yang menghuni gunung Semeru antara lain :Macan Kumbang, Budeng, Luwak, Kijang, Kancil, dll. Sedangkan di Ranu Kumbolo terdapat Belibis yang........

Ikuti Cerita selengkap nya disini..

Special Pages

KAMUS NUSANTARA

Indonesia adalah Negara yang terdiri dari berbagai Suku Bangsa. Masing-masing Suku mempunyai Bahasa sendiri. Anda Sebagai seorang SCIENTIST harus dapat menguasai berbagai bahasa, agar dapat mengembangkan science ke plosok-plosok penjuru NUSANTARA. Dengan demikian maka disuatu saat nanti Indonesia akan menjadi salah satu negara SCIENCE dengan bantuan Anda. Pelajari Bahasa-bahasa yang ada di seluruh Nusantara, sebarkan SCIENCE untuk bangsa Indonesia Pelajari Bahasa seluruh NUSANTARA disini.

Lihat Kamus Nusantara

Home | Map Sites | About Suryascience | About Webmaster | Contact Us | Presentation | Guest Book | Disclaimer
World of Electronics | World of Computer | World of Physics | World of Chemistry | World of Mathematics
World of Biology | SSC Forums | SSC Live Chat | Archieves
Copyright © 2008 Surya Putra Teknokindo
Metalic Orange Theme Style, Juni 2008, Best view with Mozilla FireFox V1.5 on 1024 X 768 pixel
Design by : Komarudin Surya